Desa Kota Praja Wakili Mukomuko di Lomba Siskamling Provinsi: Antara Kebanggaan dan Tanggung Jawab Komunal

moeda - Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, resmi menetapkan Desa Kota Praja di Kecamatan Air Manjuto sebagai perwakilan kabupaten dalam lomba Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) tingkat provinsi tahun 2025. Keputusan ini bukan sekadar prestasi seremonial, melainkan juga refleksi atas keberhasilan warga menjaga keamanan berbasis partisipasi masyarakat di tengah dinamika sosial desa modern.

Proses penentuan perwakilan dimulai sejak 17 Oktober 2025 melalui rapat koordinasi antara Satpol PP, TNI, dan Polri, yang menjadi tim penilai utama. Dari 15 kecamatan yang ada, hanya lima kecamatan yang siap mengikuti seleksi, yakni Air Manjuto, Penarik, XIV Koto, dan Lubuk Pinang. Setelah penilaian lapangan dilakukan pada 20 hingga 21 Oktober, tim menetapkan Desa Kota Praja sebagai wakil Mukomuko untuk kompetisi tingkat provinsi.

Kepala Satpol PP Mukomuko, Jodi, menegaskan bahwa penilaian dilakukan secara objektif dan komprehensif. Kriteria yang digunakan tidak hanya menyoroti keberadaan pos ronda atau jadwal jaga malam, tetapi juga mencakup kesiapan sarana komunikasi, keterlibatan masyarakat, dan inovasi lokal dalam menjaga keamanan. Desa Kota Praja dianggap unggul karena konsistensinya menggerakkan warga melalui sistem ronda berbasis jadwal digital sederhana dan koordinasi aktif antar-RT.

Selain prestasi tersebut, langkah ini juga menegaskan kembali pentingnya Siskamling sebagai mekanisme keamanan sosial yang mandiri. Dalam konteks Mukomuko, keberadaan Siskamling telah menjadi tradisi yang kini diperkuat kembali dengan pendekatan manajemen modern, termasuk pelibatan perangkat desa, linmas, dan penyuluh keamanan masyarakat. Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi fondasi kuat bagi penguatan ketertiban lokal.

Sementara itu, di tingkat provinsi, lomba Siskamling 2025 menjadi bagian dari gerakan “Pos Kamling Merah Putih” yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama unsur TNI-Polri. Gerakan ini menekankan pentingnya menurunkan angka kriminalitas melalui pemberdayaan warga. Berdasarkan data Satpol PP Provinsi Bengkulu, tingkat partisipasi pos kamling aktif meningkat hingga 35 persen sejak program ini dimulai awal tahun.

Penelitian dari Bina Adwil Kemendagri menyebutkan, desa dengan aktivitas Siskamling aktif memiliki potensi penurunan gangguan ketertiban hingga 40 persen dibanding wilayah tanpa partisipasi warga yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan Kota Praja tidak hanya penting secara simbolik, tetapi juga berdampak langsung pada rasa aman masyarakat dan efisiensi kerja aparat penegak hukum di daerah.

Namun, capaian ini juga membawa tantangan. Banyak desa lain di Mukomuko belum memiliki sumber daya manusia dan sarana memadai untuk membangun sistem keamanan lingkungan yang berkelanjutan. Masalah utama adalah keterbatasan dana operasional dan minimnya pelatihan keamanan bagi warga, yang menyebabkan keberadaan pos ronda sering bersifat musiman, aktif hanya menjelang lomba atau saat terjadi gangguan.

Skema Penilaian & Komponen Lomba Siskamling Provinsi Bengkulu 2025

Aspek Penilaian Bobot (%) Keterangan
Kesiapan Pos & Jadwal Ronda 25% Kelengkapan sarana, kebersihan, dan konsistensi jadwal jaga
Partisipasi Warga 20% Jumlah peserta aktif dan keberlanjutan kegiatan
Koordinasi Aparat 15% Sinergi RT/RW, Satlinmas, dan aparat keamanan
Inovasi dan Edukasi Warga 20% Program kreatif, digitalisasi laporan, dan kampanye keamanan
Dampak Sosial 20% Penurunan kriminalitas dan peningkatan rasa aman

Pemerintah daerah diharapkan dapat menjadikan lomba ini sebagai titik awal revitalisasi sistem keamanan komunitas. Penguatan peran Satlinmas, insentif bagi desa aktif, dan integrasi laporan keamanan dengan aplikasi pelaporan darurat digital dapat menjadi langkah nyata. Dengan pendekatan tersebut, Siskamling tidak hanya menjadi ajang kompetisi tahunan, melainkan fondasi budaya disiplin sosial baru di pedesaan.

Desa Kota Praja sendiri telah menunjukkan praktik baik dengan menerapkan jadwal ronda berbasis kesepakatan warga, dukungan logistik dari kas RT, dan pelaporan langsung ke grup koordinasi desa jika terjadi potensi gangguan. Model ini bisa menjadi contoh replikasi bagi desa lain di Bengkulu yang ingin mengaktifkan kembali sistem keamanan partisipatif yang efisien.

Dalam jangka panjang, penguatan sistem keamanan lokal akan berdampak pada iklim ekonomi dan sosial. Lingkungan yang aman meningkatkan kepercayaan investor kecil, mendorong aktivitas ekonomi malam hari, dan memperkuat jaringan sosial warga. Pemerintah kabupaten dapat memanfaatkan prestasi Kota Praja sebagai momentum untuk memperluas pelatihan keamanan lingkungan dan literasi sosial bagi seluruh desa.

Keberhasilan Desa Kota Praja membuktikan bahwa keamanan bukan semata tanggung jawab aparat, melainkan kesadaran kolektif yang tumbuh dari akar masyarakat. Jika langkah ini terus dibina dan diintegrasikan dalam rencana pembangunan desa, maka Mukomuko berpeluang menjadi kabupaten dengan sistem keamanan komunal paling adaptif di Bengkulu.

Sumber

  1. ANTARA Bengkulu – Kota Praja Wakili Mukomuko Lomba Siskamling Tingkat Provinsi

  2. Radar Mukomuko – Desa Kota Praja Jadi Perwakilan Lomba Siskamling Provinsi Bengkulu

  3. Media Center Pemprov Bengkulu – Pos Kamling Merah Putih 2025 Didorong Aktif

  4. Kemendagri – Penguatan Siskamling dan Satlinmas di Daerah

  5. Rakyat Bengkulu – Siskamling Diaktifkan di 148 Desa dan 3 Kelurahan Mukomuko

Binkalogi

Hariyanto a.k.a Binkalogi

Crypto Blogger & NFT Artist
Creator of idcrypt.xyz & ARDION

@4rtbinka LinkedIn
Bitcoin Starter Pack

The Bitcoin Starter Pack

✅ PDF eBook
$5

Buy Now

Komentar

Berita Terbaru — MOEDA COMMUNITY